This is featured post 1 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 2 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
This is featured post 3 title
Replace these every slider sentences with your featured post descriptions.Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha - Premiumbloggertemplates.com.
Rabu, 24 Mei 2023
BATASAN KEBEBASAN BEREKSPRESI
Mei 24, 2023
Z_Wine
Hasil penelitian Edisi Kebebasan Berekspresi
Jadi Gimana sih konsep kebebasan berekspresi itu [Konsep bukan definisi]?
1. Kebebasan berekspresi itu hak asasi manusia paling dasar, istilahnya privilege yang Semua orang harus miliki. Kita punya hak supaya pendapat atau suara kita, ekspresi kita untuk didengar, tetapi bersamaan dengan hak, akan muncul kewajiban. Kita wajib memperhatikan dampak ucapan itu sama orang lain.
Note: Kita bebas berekspresi tetapi tidak pernah bebas dari konsekuensi.
Kebebasan: Hak→Tanggung jawab
↓↑
Berekspresi→ Konsekuensi
privilege<( ̄︶ ̄)↗
• Kenapa tidak bisa lepas dari konsekuensi?
Well, munculnya konsekuensi akibat kebebasan berekspresi itu udah kayak hukum alam. Selagi kita hidup bermasyarakat, terus kita melakukan Kebebasan Berekspresi pasti bakal kena konsekuensi.
• Kok Bisa sih kayak gitu?
Jadi gini, ketika kita melakukan tindakan Kebebasan Berekspresi, kita ini bakal dibatasi oleh kebebasan berekspresi orang lain. Kenapa? Ya karena orang lain juga punya hak yang sama buat kebebasan berekspresi!!
[penting untuk menghormati kebebasan semua orang sambil juga memahami batasan kebebasan kita sendiri. Kita harus ingat bahwa kata-kata kita bisa menyakitkan, bahkan jika kita tidak bermaksud demikian. Penting juga buat paham batasan ini sebelum berbagi pemikiran dan pendapat kita dengan orang lain.]
2. Secara literal, Ketika kita berbicara atas nama kebebasan berekspresi, lantas itu berarti apakah kita harus siap menerima konsekuensi dan cost(harga) dari kebebasan orang lain yang diganggu?
IYA BANGET.
Sepertinya yang gw bahas tadi, kebebasan berekspresi itu datang sama tanggung jawab yang bobotnya sama kayak kebebasan yang kita ekspresikan. Kita harus paham betul kata-kata kita terus gimana dampaknya sama orang lain, disisi lain, kita juga harus siap sama konsekuensinya. Tanggung jawab sama kebebasan berekspresi itu kalo di masyarakat harus balance/ seimbang, dan tanggung jawab itu bagian integral (utuh/ Sempurna/menyeluruh) dari kebebasan berekspresi.
4. Hal yang jarang diperhatikan sama orang tentang FoE (freedom of ekspression):
Orang kadang gak ngeh, kalo sebenarnya kebebasan berekspresi itu interaksi dua arah. Orang berhak untuk berpendapat dan juga mendengar pendapat.
••Nah, kalau kebebasan berekspresi itu melalui interaksi antara Transmitter (pemberi pendapat) dan Receiver (penerima pendapat), konsepnya bagaimana?
Disini kita bakal terus-terusan ngonsep, karena definisi itu terlalu sulit untuk dimengerti.
Jadi konsep antara Transmitter dan Receiver itu dimana kita semua berhak untuk mengekspresikan diri kita dan berbagi pandangan kita, tetapi itu juga berarti bahwa kita semua berhak untuk mendengar dan mempertimbangkan pandangan orang lain. Disinilah pemikiran 'Open Minded' itu perlu.
Ketika Lo berbicara soal Kebebasan Berekspresi, mau gak mau Lo harus open minded (pendapat pribadi ya cK)
Kenapa harus open minded? Karena kita perlu menghormati dan gak ngejudge pendapat orang lain, meski otak Lo close minded pun, Lo wajib buat ngelakuin hal ini dalam kebebasan berekspresi, karena interaksi dua arah tadi.
Kalo udah begini, jadi dalam FoE itu intinya komunikasi dengan lingkungan yang terbuka dan inklusif di mana setiap orang dihargai dan dihormati, dan di mana perbedaan pendapat disambut dan didiskusikan secara jujur dan adil.
5. Kan tadi udah bilang, kebebasan berekspresi itu gini dan gitu, emangnya sepenting apa sih sampe dibahas panjang lebar?
Ya pokoknya penting banget, sampe-sampe kalau sebenarnya gak ada yang namanya kebebasan berekspresi gak ada tuh istilah sekolah buat rakyat yang gak kaya atau bukan bangsawan, priyayi gitu. Gak bakal ada namanya emansipasi wanita, gak ada namanya konsep saling menghargai, bahkan barangkali gak ada yang namanya Indonesia merdeka, atau independen.
•Kok bisa?
Oke, kita bakal bahas.
Yang kita bahas pertama itu bidang pendidikan.
Ketika orang memiliki akses ke pengetahuan, dan memiliki kesempatan untuk mendengar ide dan pemikiran yang berbeda, mereka lebih mungkin memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar dan berpikir sendiri dan mengubah keyakinan mereka dari waktu ke waktu dan membuat keputusan sendiri.
Pendidikan bisa bikin Lo lebih open minded dan terus mau denger ide, gagasan yang berbeda sama lo, kan finalnya bakal banyak kebebasan berekspresi dan berpikir. Ini artinya bahwa masyarakat yang berpendidikan memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan ide-ide baru dan berbeda dan dapat mengarah pada inovasi dan kreativitas.
Oke, back to the Topic.
••Nah kalau begitu, dulunya akses pendidikan hanya untuk kalangan bangsawan saja. Ketika pendidikan bisa diberikan kepada non-bangsawan karena tuntutan dan keinginan segelintir tokoh pejuang, Atas nama kebenaran, apakah mungkin pendidikan yang gw dan kalian nikmati adalah hasil dari perjuangan kebebasan berekspresi??
Yups. kebebasan berekspresi dan akses pendidikan yang kita miliki saat ini adalah hasil dari perjuangan kebebasan berekspresi, misalnya yang dilakukan oleh ki Hajar Dewantara, Multatuli, Kartini (kebebasan berekspresi untuk wanita) dll.
Bahkan demokrasi dan dasar negara ini didasarkan pada kebebasan berekspresi.
6. Kan setiap kebebasan berekspresi ada konsekuensi, nah konsekuensinya itu gimana sih konsepnya?
Konsekuensi itu ada 2, ada yang namanya konsekuensi sosial ada juga yang namanya konsekuensi hukum.
Oke gini, konsekuensi itu ada karena ekspresi kita direspon/ diterima sama orang lain. Tetapi penerimanya beda-beda, ada yang suka sama yang nggak suka. Pada saat itu, kamu pastinya akan disukai, akan dibenci, akan jadi objek yang bikin iri orang lain, nah itu tuh disebut konsekuensi sosial.
Aku bakal modelin dalam study kasus.
Misalnya cewek ngerokok, sedangkan normatif masyarakat ada yang gak toleran sama cewek ngerokok dan bakal ngebenci, ada yang biasa aja, ada yang menganggap hal itu keren atau edgy. Nah respon-respon masyarakat itu adalah konsekuensinya, secara sosial.
•Terus gimana kalo konsekuensi hukum?
Seandainya si cewek tadi ngerokok ganja, terus kecyduk sama polisi, otomatis dia kena sanksi hukum berdasarkan undang-undang dong, nah itu namanya konsekuensi hukum. Intinya, konsekuensi hukum itu kebebasan berekspresi yang melanggar hukum negara gitu.
#FYI Konsekuensi sosial itu tidak Mandang seseorang itu salah atau tidak, tetapi tergantung pada 'Apakah masyarakat menyukainya, menoleransinya atau tidak', karena cuman sekedar 'respon'.
7. Tanggung jawab
Kebebasan: Hak→Tanggung jawab
↓↑
Berekspresi→ Konsekuensi
privilege<( ̄︶ ̄)↗
Seperti map yang gw bikin ini, kebebasan itu hak, tetapi hak memunculkan tanggung jawab, berekspresi memunculkan konsekuensi dan Konsekuensi itu adalah tanggung jawab. Nah terus tanggung jawab yang dimaksud itu kayak gimana??
Okay, jadi...
Sikap toleransi, menghargai keberagaman itu sebenarnya bentuk tanggung jawab dari kebebasan! Hanya melalui keragaman dan penerimaan pandangan dan perspektif yang berbeda kita dapat memiliki dunia cinta dan pengertian satu sama lain lohh.
Dengan Lo gak nge judge orang lain, tidak ngelakuin hate speech, tidak melakukan hoax atau menyerang orang lain yang memiliki idea, ideliasme, prinsip, pandangan, dan ekspresi berbeda, Lo itu udah bertanggung jawab atas kebebasan berekspresi milik Lo. Ketika ada orang lain yang ngelanggar Kebebasan Berekspresi Lo, gak ada salahnya Lo nuntut karena dari awal Lo udah ngelakuin tanggung jawab itu.
8. Perspektif yang berbeda.
Yash, kita udah ngebacot banyak hal tentang kebebasan berekspresi dari sisi positif. Tapi, koin kan gak cuman punya satu sisi.
Kebebasan berekspresi itu kalau gak dibatasi sebenarnya bisa memunculkan hal negatif, misalnya hoax, hate speech, mis informasi, merespon pendapat orang lain dengan kebencian sehingga menghasilkan kekerasan, diskriminasi dan penindasan. Bisa juga karena adanya ketimpangan dalam edukasi mengenai kebebasan berekspresi, orang bisa seenaknya memposting apapun seperti hal-hal tidak senonoh lainnya.
Maka dari itu, kembali ke poin awal, kebebasan berekspresi itu pastinya harus disertai tanggung jawab apalagi kita ini demokrasi Pancasila.
Sebenernya alih-alih namanya kebebasan berekspresi, kenapa ga Kemerdekaan berekspresi atau hak berekspresi aja namanya yang jelas-jelas udah dikoridori oleh suatu konsekuensi dan tanggung jawab.


